Untuk meningkatkan kemampuan Saya sebagai PRT (Papa Rumah Tangga) Kemarin hari Sabtu tanggal 22 Maret 2014 Saya beserta Istri mengikuti seminar "Cakrawala Pengetahuan Dasar" yang intinya membahas bagaimana orangtua mendidik anak yang baik dengan mengembangkan kebiasaan mendongeng dalam keluarga untuk optimalisasi tumbuh kembang anak. Ada beberapa hal yang menurut Saya perlu Saya bagikan ke para orangtua, orangmuda ataupun calon orangtua tapi orangutan tidak termasuk :), Saya hanya sekedar barbagi ilmu tidak bermaksud menggurui (satu ilmu satu guru jangan ganggu) dan tidak membagikan uang karena Saya bukan caleg :) Saya juga tidak memungut biaya sepeserpun dalam membagikan cerita ini, semuaya gratis :) Saya hanya berharap dapat memberi manfaat bagi sesama.
*catatan: jika pembaca merasa pusing saat membaca mohon dihentikan jangan diteruskan dan segera tutup tulisan ini boleh periksa ke Dukun :)
Lanjut ke dongeng seminar, pembicara yang pertama adalah seorang Ibu psikolog merangkap Dosen merangkap peneliti, pemerhati anak, merangkap Ibu rumah tangga dan merangkap apalagi Saya lupa, yang jelas beliau berkompeten di bidangnya. Ada satu hal yang menarik dari sekian hal yang di sampaikan, yang intinya beliau mempunyai pandangan bahwa seorang anak jangan dipaksakan untuk mengikuti pemikiran orangtua, sebaliknya orangtua boleh mengikuti pemikiran anak (jangan menyimpulkan dulu cerita baru dimulai). Dalam masa Golden Age istilahnya masa keemasan tumbuh kembang anak biasanya para orangtua getol berlomba-lomba mamacu anaknya supaya cerdas. Diajari membaca menulis menghitung(calistung) yang sebenarnya belum waktunya. Menurut beliau anak jangan dipaksakan belajar calistung biarkan saja berkembang sesuai umurnya (kurang lebih demikian). Pada umumnya di sekitar kita para orangtua akan bangga kalau anaknya yang masih TK sudah bisa calistung dan bagi orangtua yang anaknya belum bisa calistung akan menganggap anaknya tertinggal sehingga berlomba-lomba memaksakan anaknya untuk bisa calistung. Apesnya lagi banyak sekolah yang mensyaratkan anak harus bisa calistung untuk bisa masuk SD. Padahal pada masa itu anak masih dalam tahab bermain dan seharusnya kecerdasan emosional yang ditekankan bukan kecerdasan kognitif. Maka tidak heran kalau sekarang banyak orang pintar yang berkuasa disana pada korupsi dan ngapusi (tentu tidak semuanya). Dalam istilah Jawa "Pinter ning minteri". Saya sependapat dengan beliau kalau jangan memaksakan anak belajar sesuatu yang belum waktunya.
Pembicara yang ketiga adalah Kak Adin seorang pendongeng anak (http://kakadin.wordpress.com). Sebentar perasaan baru pembicara yang pertama ya? pembicara yang kedua Saya lewati karena menawarkan produk (sponsor) :)
Kak Adin mempraktekkan bagaimana mendongeng kepada anak. Hanya saja akan susah bagi Saya untuk menirukan beliau mendongeng bukan saja karena Saya bukan Pendongen tetapi juga karena Kak Adin bisa menirukan beberapa suara binatang, kendaraan dan lain-lain. Lha.... Saya menirukan ayam berkokok saja fals apalagi yang lain :) Tetapi menurut beliau orangtua tidak harus jadi pendongeng anak sepertinya untuk bisa mendongeng kepada anaknya, cukup bercerita dengan gayanya sendiri-sendiri dan dengan ekspresi. Pada sesi ini Saya juga sempat bertanya kepada beliau jenis-jenis cerita seperti apa yang cocok kepada anak berdasarkan umur. Dan ini jawaban beliau yang mungkin bisa kita jadikan referensi saat mendongeng supaya tidak salah tema :)
- Umur 0 - 6 tahun dongeng Fabel misal guling bisa bicara, buku bisa bicara pokoknya benda-benda bisa bicara (dunia imajinatif). Saya sudah melakukan percobaan pada Joyse(15 bulan) anak Saya dan Joyse ketawa saat Saya mendongeng, cuma Saya juga tidak tahu apakah tertawa karena dongeng Saya yang lucu apa menertawakan Papa nya yang wagu saat mendongeng :)
- Umur 6 - 13 tahun dongeng petualangan (Saya masih suka dongeng ini)
- Umur 13 - 20 tahun dongeng cinta (Saya sudah lewat :) )
- Umur 20 - 30 tahun dongeng tentang usaha atau pengusaha sukses (dongeng kesukaan Saya)
- Umur 30 - 40 dongeng hikmah (Saya juga suka)
- Umur 40 ke atas dongeng beramal saleh (beliau sambil senyum)
Begitu dongeng dari Saya semoga bisa menghantar tidur bagi pembaca dan bisa tidur semakin nyenyak semakin dalam semakin dalam lagi :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar